Gejala multiple sclerosis sangat bervariasi, dan deskripsi tentang gejala "umum" sulit. Semua
gejala melibatkan perubahan fungsi neurologis, tetapi ada perbedaan
mencolok di antara pasien dalam jenis, keparahan, dan frekuensi
gejala-gejala ini. Pola
penyakit yang berbeda seperti relapsing-remitting (RR),
primer-progresif (PP), sekunder-progresif (SP), dan relaps progresif
(PR) mengklasifikasikan kondisi sesuai dengan perkembangan dan
perkembangan gejala dari waktu ke waktu. Relapseing-remitting
(RR) multiple sclerosis adalah tipe yang paling umum, di mana gejala
(eksaserbasi kondisi) diikuti oleh periode waktu dengan gejala berkurang
atau tidak ada. Periode yang relatif bebas gejala ini, yang dikenal sebagai remisi, dapat berlangsung selama berhari-hari atau bertahun-tahun.
Beberapa kasus multiple sclerosis begitu ringan sehingga sulit untuk didiagnosis. Dalam
kasus lain, ada penurunan bertahap dalam fungsi selama bertahun-tahun,
dan tanda-tanda awal dan gejala multiple sclerosis mungkin sulit untuk
dihargai. Dalam
kasus yang sangat jarang, gejala bisa begitu parah dan berkembang pesat
sehingga menjadi fatal dalam waktu singkat (dikenal sebagai MS ganas
atau fulminan). Gejala dapat dikaitkan dengan satu bagian tubuh atau mungkin melibatkan beberapa area tubuh. Mereka mungkin berdurasi pendek atau dapat bertahan untuk waktu yang lama. Beberapa gejala multiple sclerosis ringan dan menyebabkan ketidaknyamanan; yang lain mungkin parah dan melemahkan.
Gangguan visual dapat menjadi gejala awal MS pertama pada beberapa orang. Perubahan visi dapat mencakup penglihatan kabur, distorsi, atau kehilangan penglihatan pada satu mata. Gejala penglihatan bisa disertai dengan sakit mata. Gejala
lain dapat berupa kesemutan, mati rasa, nyeri menusuk, atau kejang otot
di lengan dan kaki yang dapat terjadi pada satu atau beberapa situs. Kelemahan
pada otot lengan dan kaki dapat terjadi, dan ini kadang-kadang dapat
mempengaruhi keseimbangan dan postur, menyebabkan kekakuan atau
kurangnya koordinasi. Gejala lain termasuk kelelahan, pusing, kesulitan berbicara, tremor, intoleransi panas, dan kehilangan sensasi. Disfungsi seksual dan hilangnya kontrol kandung kemih atau usus dapat berkembang dalam kasus yang lebih serius.
Perubahan mental juga dapat terjadi sebagai gejala multiple sclerosis. Kehilangan
memori, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi, defisit perhatian,
ketidakmampuan untuk melakukan tugas-tugas yang berurutan, dan perubahan
dalam penilaian semuanya telah dilaporkan. Depresi, mania, paranoia, dan dorongan tak terkendali untuk tertawa atau menangis adalah gejala lain yang telah dijelaskan.
Penyebab multiple sclerosis
MS
disebabkan oleh reaksi autoimun yang menghancurkan selubung mielin
(penutup pelindung) sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Alasan sebenarnya bahwa reaksi autoimun terjadi tidak dipahami, tetapi faktor genetik dan lingkungan diyakini memainkan peran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar